Jerman sebagai negara paling stabil dalam hal ekonomi dan warganya yang terkenal taat aturan ternyata kesulitan juga menangani Corona, ada apa ya?
Saat mendengar ada pasien yang terinfeksi Corona, pemerintah Jerman sigap dan bertindak cekatan dengan menerapkan hard lockdown sekitar bulan Februari-Maret 2020. Mereka menutup semua tempat yang berpotensi mengundang keramaian, seperti cafe, restauran, salon, dan sekolah. Praktis yang tersisa hanyalah supermarket dan Apotek yang buka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warganya.
Setelah hard-lockdown pertama di bulan Februari-Maret tersebut sukses mengurangi angka infeksi dan kematian akibat Corona, Jerman optimis angka tersebut akan lebih berkurang dengan meniadakan lockdown. Semua cafe, restauran, hotel, club, salon buka kembali. Orang-orang yang dipaksa stay di rumah selama hard lockdown pertama, gembira sekali karena bisa keluar kembali sembari merasakan hangatnya cuaca karena saat itu menjelang summer.
Cafe dan restauran membludak, dipenuhi dengan pengunjung yang ingin bersantai, sekaligus makan bersama keluarga. Hingga mereka seakan lupa dengan Corona. Covid-19 menjadi tabu lagi. Aturan seperti menjaga jarak 1,5 meter, kadang terabaikan. Anjuran protokol kesehatan dengan memakai masker dipatuhi, juga tentang aturan membersihkan meja dengan hand sanitizer tetap dilakukan. Tetapi angka corona perlahan naik.
Tercatat sekitar 29.875 orang terinfeksi virus per 11 Desember 2020. Angka infeksi tertinggi sejak Corona muncul pada November 2019 lalu. Praktis untuk menurunkan angka tersebut, pemerintah Jerman menerapkan lagi hard lockdown kedua. Dimulai sejak 16 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021. Semua tempat yang mengundang keramaian termasuk sekolah dan mall harus terpaksa ditutup.
Sama dengan Indonesia
Negara sekaliber Jerman yang memiliki peralatan dan tim medis kuat, ternyata kerepotan juga menghadapi Corona. Menurut ZDf, kamar perawatan intensif untuk merawat pasien terinfeksi pun terbatas. Pasien yang tak tertampung lagi di rumah sakit, dilarikan ke klinik-klinik. Kasus seperti klinik yang kekurangan tenaga medis pun ada di sini, menurut ZDf.
Tetapi yang bikin gua salut di sini adalah warga yang taat banget dengan apa yang presiden katakan. Kalau Markel bilang hari Rabu lockdown, semua cafe dan restauran tidak ada yang buka. Walaupun terlihat ada yang protes dengan kebijakan melockdown lagi Jerman.
Dengan berhentinya kegiatan ekonomi ini, banyak pekerja yang tidak dapat lagi bekerja. Tetapi pemerintah Jerman tetap memberi bantuan dengan menanggung gaji sekitar 70% seperti lockdown yang pertama.
Sumber data:
https://www.bundesregierung.de/breg-de/aktuelles/fallzahlen-coronavirus-1738210
https://www.zdf.de/nachrichten/heute/coronavirus-ausbreitung-infografiken-102.html
Sumber Foto:
Fitness Management, br,de


Comments
Post a Comment